Tips Kesehatan: Perlu untuk diketahui oleh masyarakat luas bahwa ada dua jenis penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak. Yaitu penyakit jantung bawaan kompleks dan penyakit jantung bawaan tidak kompleks. Seperti yang dikatakan oleh Dokter Spesialis Anak, Piprim Basarah Yanuarso, penyakit jantung bawaan tidak kompleks bisa kembali memiliki jantung dengan fungsi seperti biasa setelah operasi. Sedangkan pada pasien PJB kompleks tidak berlaku hal yang serupa.
Banyak faktor penyebab penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak, berikut ini adalah penjelasan lengkap yang disampaikan oleh dokter Piprim seperti yang dilangsir dari liputan6.com, Senin (31/10/2016)
1. Keturunan
Ada peluang besar munculnya penyakit jantung bawaan yang dibawa oleh orang tua anak. Apabila ayah atau ibu anak atau mungkin keduanya menginap penyakit jantung bawaan maka anak juga beresiko memiliki penyakit jantung bawaan.
"Anak berisiko memiliki PJB sebesar lima sampai tujuh persen jika orangtuanya juga memiliki penyakit ini," ujarnya saat diwawancara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
2. Infeksi Rubella
Rubella bisa menjadi penyebab PJB apabila anak sejak dikandungan terinfeksi Rubella. Kalau dampaknya hanya berupa panas dan muncul ruan-ruan merah itu bisa sembuh. Namun kalau Rubella sudah sampai menginfeksi ibu yang sedang hamil muda dibawah 12 minggu hal ini yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung bawaan.
"Ibunya cuma merah-merah, (suhu tubuh) hangat-hangat doang terus sembuh. Tapi janinnya yang repot. Sekitar 85-90 persen janinnya kena sindrom Rubella kongenital," tuturnya.
Bayi yang terkena sindrom ini akan menunjukan ciri-ciri biasanya akan terlahir katarak, tuli, otaknya kecil tidak berkembang dan jantungnya bocor. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab jantung bawaan.
"Jadi dia harus berobat ke poli mata, poli THT, poli jantung, dan poli saraf. Anaknya hidup, tapi secara kualitas, kehidupannya menjadi beban bagi kedua orangtuanya," katanya.
3. Obat epilepsi
"Kalau ibu hamil minum obat epilepsi, anaknya juga bisa jadi PJB," kata Dr. Piprim.
Perlu untuk diperhatikan bagi ibu yang sedang hamil agar tidak sembarangan dalam mengkonsumsi obat. Baca beberapa hal penting sebelum meminum obat seperti komposisi, larangan dan anjuran pemakaian obat khususnya obat epilepsi
4. Merokok dan konsumsi alkohol
Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman keras (miras) dianjurkan agar untuk tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol saat hamil.
"Merokok dan minum alkohol saat tidak hamil saja sudah tidak bagus buat tubuh, apalagi saat hamil. Dan ini juga bisa menjadi salah satu penyebab PJB," katanya.
Menurut Piprim, beberapa PJB ada yang bersifat idiopatik, merupakan penyakit yang tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya dan tidak bisa pula untuk dicegah.
Banyak faktor penyebab penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak, berikut ini adalah penjelasan lengkap yang disampaikan oleh dokter Piprim seperti yang dilangsir dari liputan6.com, Senin (31/10/2016)
1. Keturunan
Ada peluang besar munculnya penyakit jantung bawaan yang dibawa oleh orang tua anak. Apabila ayah atau ibu anak atau mungkin keduanya menginap penyakit jantung bawaan maka anak juga beresiko memiliki penyakit jantung bawaan.
"Anak berisiko memiliki PJB sebesar lima sampai tujuh persen jika orangtuanya juga memiliki penyakit ini," ujarnya saat diwawancara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
2. Infeksi Rubella
Rubella bisa menjadi penyebab PJB apabila anak sejak dikandungan terinfeksi Rubella. Kalau dampaknya hanya berupa panas dan muncul ruan-ruan merah itu bisa sembuh. Namun kalau Rubella sudah sampai menginfeksi ibu yang sedang hamil muda dibawah 12 minggu hal ini yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung bawaan.
"Ibunya cuma merah-merah, (suhu tubuh) hangat-hangat doang terus sembuh. Tapi janinnya yang repot. Sekitar 85-90 persen janinnya kena sindrom Rubella kongenital," tuturnya.
Bayi yang terkena sindrom ini akan menunjukan ciri-ciri biasanya akan terlahir katarak, tuli, otaknya kecil tidak berkembang dan jantungnya bocor. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab jantung bawaan.
"Jadi dia harus berobat ke poli mata, poli THT, poli jantung, dan poli saraf. Anaknya hidup, tapi secara kualitas, kehidupannya menjadi beban bagi kedua orangtuanya," katanya.
3. Obat epilepsi
"Kalau ibu hamil minum obat epilepsi, anaknya juga bisa jadi PJB," kata Dr. Piprim.
Perlu untuk diperhatikan bagi ibu yang sedang hamil agar tidak sembarangan dalam mengkonsumsi obat. Baca beberapa hal penting sebelum meminum obat seperti komposisi, larangan dan anjuran pemakaian obat khususnya obat epilepsi
4. Merokok dan konsumsi alkohol
Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman keras (miras) dianjurkan agar untuk tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol saat hamil.
"Merokok dan minum alkohol saat tidak hamil saja sudah tidak bagus buat tubuh, apalagi saat hamil. Dan ini juga bisa menjadi salah satu penyebab PJB," katanya.
Menurut Piprim, beberapa PJB ada yang bersifat idiopatik, merupakan penyakit yang tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya dan tidak bisa pula untuk dicegah.
